Rabu, 18 Juli 2018

UAS RISET SDM.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan suatu bidang manajemen yang mempelajari tentang hubungan dan peranan manusia dalam organisasi atau perusahaan, Menurut I Komang Ardana (2012:3). Jadi suatu perusahaan tanpa didukung oleh seorang pegawai/karyawan yang sesuai dari segi kuantitatif dan kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka sebuah organisasi/perusahaan itu sendiri tidak akan berjalan lancar atau perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya dan memajukan dimasa yang akan datang. Untuk itu, suatu perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menunjang suatu pertanggungjawaban organisasi.
Peranan sumber daya manusia saat ini menjadi sangat penting dan bila dikaitkan dengan perkembangan global yang penuh dengan persaingan kompetitif diantara suatu organisasi. Salah satu cara yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam menghadapi suatu persaingan yaitu dengan cara menggali seluruh potensi suatu SDM yang dimilikinya secara maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, maka suatu organisasi perlu meningkatkan kualitas karyawannya, maupun dari segi kualitas pengetahuannya dan keterampilannya, karir maupun tinggat kesejahteraannya, sehingga semua itu dapat meningkatkan motivasi dan prestasi pegawai/karyawan untuk memberikan segala kemampuannya dalam mencapai tujuan sebuah organisasi.
Dengan adanya hal tersebut, ada hal – hal yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu diantaranya adalah pemberian kompensasi, dan disiplin kerja yang baik. Mengingat pentingnya suatu peran dari SDM dalam sebuah perusahaan agar tetap dapat bertahan dalam menghadapai sebuah persaingan bebas tanpa ada batasan, maka untuk itu peranan manajemen SDM sangatlah penting tidak lagi hanya menjadi tanggungjawab para pegawai/karyawan, tetapi juga merupakan tanggungjawab juga dari seorang pimpinan sebuah perusahaan (Rivai, 2004:5).
Menyadari pentingnya SDM dalam mencapai tujuan organisasi maka perusahaan dan pimpinan kini perlu meningkatkan perhatian terhadap seorang karyawan dalam upaya meningkatkan prestasi kerjanya. Prestasi kerja karyawan sangat penting karena menentukan kemajuan dari sebuah perusahaan, jadi hal tersebut adalah kewajiban dari seorang pimpinan untuk mendukung sebuah prestasi kerja yang tinggi dari seorang karyawan. Kinerja karyawan atau prestasi kerja seorang karyawan sangatlah penting dalam upaya perusahaan untuk mecapai sebuah tujuan tertentu.
Variabel kompensasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan yang telah diteliti sebelumnya oleh  Hamidah Nayati Utami (2016).  Hasil penelitian menyebutkan bahwa training and development berhubungan positif dengan performance appraisals. Dengan demikian, kinerja karyawan menjadi tolak ukur dalam sebuah perusahaan untuk menilai karyawannya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan benar. Kinerja akan berjalan denhgan efektif apabila didukung dengan disiplin kerja karyawannya dan pemberian kompensasi yang adil dari dalam perusahaannya tersebut.
Disiplin kerja sendiri merupakan sebuah bentuk dari pengendalian diri dari seorang pegawai dan dari pelaksanaan kerja yang teratur serta menunjukkan tingkat kegigihan dari sebuah tim kerja dalam sebuah organisasi. Hal ini akan sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sesilya Kempa (2017) yang mengatakan bahwa disiplin kerja adalah sebuah sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan yang ada didalam sebuah organisasi baik itu yang terlulis maupun yang tidak tertulis. Dengan cara seorang karyawan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan mempunyai disiplin kerja yang tinggi maka akan menciptakan suasana didalam sebuah perusahaan yang lebih kondusif, sehingga itu semua akan berdampak positif pada aktivitas perusahaan.
Selain disiplin kerja, pemberian sebuah kompensasi dari dalam perusahaan juga dapat mempengaruhi kinerja dari diri seorang karyawan secara garis keseluruhan. Kompensasi sendiri yaitu merupakan salah satu dari faktor yang penting didalam aspek – aspek sumber daya manusia sendiri. Dengan adanya pemberian kompensasi kepada karyawan, maka seorang karyawan akan merasa di hargai atas pekerjaan yang telah dilakukannya. Ketika seorang karyawan merasa di hargai,  maka seorang karyawan akan termotivassi untuk lebih giat lagi dalam bekerja atau dalam menjalankan tugas yang telah diberikan oleh atasannya guna untuk meningkatkan kinerjanya demi mencapai sebuah tujuan perusahaan. Maka dari itu, kompensasi wajib diberikan kepada seorang karyawan secara berkala sebagai bentuk dari sebuah penghargaan perusahaan terhadap kinerja seorang karyawan.
Sebuah perusahaan akan memberikan kompensasi yang berbeda – beda, yaitu sesuai dengan tingkat kemampuan perusahaan dan tingkat keberhasilan kerja dari seorang karyawan. Pada dasarnya, tujuan diberikannya kompensasi adalah untuk menciptakan kesadaran diri dari setiap individu untuk bersedia bekerja sama dengan perusahaan. Dalam hal tersebut, karyawan perlu mempersiapkan bahwa langkah yang diambil oleh perusahaan tersebut menuju pada arah pemuasan kebutuhan pribadi karyawan. Kebutuhan tersebut sendiri seperti, kebutuhan ekonomi, kebutuhan prestasi, pengakuan, penghargaan, dan lain sebagainya. Menurut I Komang Ardana (2012:153) kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh seorang karyawan sebagai balas jasa atas kontribusinya kepada perusahaan atau sebuah organisasi. Jadi perusahaan dalam mencapai keberhasilan hal yang perlu diperhatikan yaitu keadilan internal dan keadilan eksternal, keadilan internal pada dasarnya kepada seorang karyawan yang memiliki kualifikasi atas jabatan yang lebih tinggi dibayar lebih tinggi dan sebaliknya keadilan eksternal yang berarti kepada karyawan yang dibayar setingkat dengan karyawan yang sejenis di dalam perusahaan lain.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau dengan nama resminya adalah PT. PLN (Persero) adalah satu-satunya lembaga BUMN yang mengurusi semua aspek – aspek  kelistrikan yang ada di Indonesia. PT. PLN memiliki beragam unit-unit kantor pelayanan, salah satunya yaitu PT.PLN (Persero) UPJ Wilayaha Jawa Timur  yang berkantor pusat di Kota Caruban.  Evaluasi terhadap kinerja karyawan merupakan hal yang paling penting untuk di lakukan, karena melalui penilaian kinerja karyawan, perusahaan dapat melihat kualitas karyawan dalam membangun perusahaan.
B.     Rumusan  Masalah.
Berdasarkan masalah-masalah yang sudah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.
2.      Apakah displin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.
3.      Apakah kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.

C.     Tujuan Penelitian.
Berdasarkan perumusan masalah yang telah disebutkan, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut dan memberikan informasi secara empiris tentang seberapa besar pengaruh :
1.      Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.
2.      Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyaawan di PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.
3.      Untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.

D.    Manfaat Penelitian.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaaat sebagai berikut:
1.      Bagi Perusahaan:
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pemberian kompensasi, untuk meningkatkan kinerja karyawan. Dan perusahaan diharapkan bisa mendapatkan masukan yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di PT PLN (Persero) Rayon Caruban.
2.      Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Asia:
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kepustakaan dan menambah referensi untuk mahasiswa dan adik-adik angakatan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Asia. Dan dapat dapat mengevaluasi kurikulum yang telah diterapkan, serta menemukan penyesuaiannya dengan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dalam bidangnya.
3.      Bagi Penulis:
Mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh realita ilmu yang telah diterima di perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dan dapat memperdalam serta meningkatkan ketrampilan dan kreativitas diri dalam sebuah lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya, serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan kerjanya, serta mendapat wawasan, pengetahuan dan pengalaman dimasa yang akan datang.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
2.1.1        Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
1.    Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Menurut Ike Kusdyah Rachmawati (2008:1), sumber daya manusia kini makin berperan besar bagi kesuksesan suatu organisasi. Banyak organisasi menyadari bahwa unsur manusia dalam suatu organisasi dapat memberikan keunggulan bersaing. Mereka membuat sasaran, strategi, inovasi, dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi.
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan.

2.1.2        Kompensasi
Kompensasi merupakan hal yang kompleks dan sulit, karena didalamnya melibatkan dasar kelayakan, logika, rasional, dan dapat dipertanggung jawabkan serta menyangkut factor emosional dari aspek tenaga kerja. Kompensasi diberikan dengan tujuan memberikan rangsangan dan motivasi kepada tenaga kerja untuk meningkatkan prestasi kerja, serta efisien dan efektivitas produksi. Kepuasan kerja karyawan terletak pada salah satu factor, yaitu kompensasi yang merupakan segala sesuatu yang diterima tenaga kerja sebagai imbalan atas pekerjaan yang mereka lakukan. (Oleh Hj. Ike Kusdyah Rachmawati,2008:143).
Kasmir (2016) kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, baik bersifat keuangan maupun non keuangan. Artinya perusahaan akan memberikan balas jasa kepada seluruh karyawan yang terlibat didalamnya. Balas jasa yang diberikan merupakan kewajiban perusahaan atas jerih payah yang diberikan kepada perusahaan selama bekerja. Sebaliknya bagi karyawan, kompensasi adalah hak karyawan atas beban dan tanggung jawab yang diberikan kepada perusahaan. Jadi kompensasi bagi perusahaan adalah sebagai kewajiban yang wajib diberikan, sedangkan bagu karyawan adalah hak yang harus diterimanya. Menurut Simamora (2004) mendefinisikan kompensasi meliputi imbalan finansial dan jasa nirwujud serta tunjangan yang diterima oleh para karyawan sebagai bagian dari hubungan kepegawaian. Kompensasi merupakan apa yang diterima oleh para karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada organisasi. Hasibuan (2009) kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawannya sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Berikut ini adalah indikator kompensasi menurut Simamora (2004):
1. Gaji dan upah yang adil sesuai dengan pekerjaan.
 2. Insentif yang sesuai dengan pengorbanan.
3. Tunjangan yang sesuai dengan harapan.
 4. Fasilitas yang memadai.
2.1.3. Disiplin Kerja.
2.1.3.1 Pengertian Disiplin Kerja.
Banyak yang mengartikan disiplin itu bilamana karyawan selalu datang serta pulang tepat pada waktunya. Pendapat itu hanya salah satu yang dituntut oleh organisasi. Oleh karena itu kedisiplinan dapat diartikan sebagai tingkah laku yang tertulis maupun yang tidak tertulis. (Hasibuan, 2009:212). Sedangkan menurut Rivai, Kedisiplinan merupakan sebuah fungsi yang operatif MSDM yang terpenting, karena semakin baik disiplin karyawan pada sebuah perusahaan, maka akan semakin tinggi prestasi kerja karyawan yang dapat dicapai. (Rivai,2009:824).
Disiplin pegawai adalah perilaku seseorang yang sesuai dengan
peraturan, prosedur kerja yang ada atau disiplin adalah sikap, tingkah laku
dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis
maupun yang tidak tertulis. (Sutrisno, 2009:94). Disiplin kerja adalah suatu
alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan
agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu
upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang untuk
mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
(Veithzal, 2006:444).

2.1.3.2 Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja.
                        Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan pegawai di dalam organisasi. Tindakan disiplin menuntut suatu hukuman terhadap karyawan yang gagal memenuhi standar yang ditetapkan. 16 Hasibuan (2009:194).
 faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan adalah sebagai berikut:
1. Tujuan dan kemampuan.
Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan, tentu saja pada dasarnya pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan tersebut, agar karyawan tersebut disiplin dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaannya tersebut.
2. Kepemimpinan.
 Kepemimpinan sangat memiliki peranan penting dalam menentukan kedisiplinan kerja karyawan. Karena pemimpin tersebut akan menjadi contoh bagi para bawahannya.
3. Kompensasi.
        Kompensasi sangat berperan penting terhadap kedisiplinan kerja karyawan, artinya semakin besar kompensasi yang diberikan perusahaan, maka senakin baik disiplin kerja karyawan. Begitu juga sebaliknya, karyawan akan sulit bekerja dengan disiplin jika kebutuhan primer mereka tidak terpenuhi. 17 4. Sanksi hukum. Sanksi hukum yang semakin berat akan membuat karyawan takut untuk melakukan tindakan indisipliner, dan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan akan semakin baik.
5. Pengawasan.
 Pengawasan adalah tindakan yang paling efektif untuk mewujudkan kedisiplinan kerja karyawan tersebut.

2.1.3.3 Tujuan Disiplin.
Adapun tujuan disiplin adalah untuk meningkatkan produktivitas secara efisien, dan proses pendesiplinan karyawan dapat dilakukan dengan cara, yaitu Johar (2005;183):
1. Tindakan yang bersifat positif, antara lain:
a. Hendaknya bersifat membangun
 b. Hendaknya pendidikan diri dilakukan secara pribadi
 c. Hendaknya dilakukan dengan segera
 2. Tindakan yang bersifat negative, antara lain:
a. Penurunan jabatan
b. Dirumahkan sementara
c. Pemberian surat peringatan 20
d. Pemberian sanksi administrasi lainnya, seperti penundaan naik gaji, pangkat, dan lain-lainnya.

Perusahaan atau organisasi perlu mengambil tindakan yang tegas apabila ada pegawai yang melakukan tindakan indisipliner. Ketegasan tersebut dapat berupa ancaman dab sanksi hukuman bersifat peringatan. Ancaman hukuman akan efektif untuk jangka panjang bila ancaman tersebut disertai peningkatan kesejahteraan bagi karyawan.

2.1.4 Kinerja Karyawan.
2.1.4.1 Pengertian Kinerja Karyawan.
Manajemen kinerja adalah manajemen tentang menciptakan hubungan kinerja memfokuskan pada apa yang diperlukan organisasi, manajer, dan pekerja untuk berhasil. Manajemen kinerja adalah tentang bagaimana kinerja dikelolah untuk memperoleh sukses. (Wibowo; 2009; 7). Kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. (Payaman J. Simanjuntak; 2005; 17).
Demikian juga konsepsi kinerja yang merupakan salah satu sasaran dari pelaksanaan tugas karyawan, artinya setiap pelaksanaan tugas melahirkan suatu hasil kerja (kinerja) yang dinilai guna mengetahui tingkat pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Arti pentingnya penilaian kinerja tidak saja untuk memperbaiki pelaksanaan tugas karyawan, tetapi berorientasi pada pengembangan karier. Dalam hal ini Rachmawati (2008: 123) menyatakan “evaluasi kinerja sering dipakai sebagai dasar penggajian, promosi atau pelatihan yang diperlukan”.

Kinerja adalah suatu fungsi kemampuan kinerja dalam menerima tujuan pekerjaan, tingkat pencapain tujuan dan interaksi antara tujuan dan kemampuan pekerja. (Hadari Hanawi; 2006; 63).

Dengan memperhatikan pandangan para pakar di atas dapat di rumuskan bahwa pada dasarnya manajemen kinerja merupakan gaya manajemen dalam mengelola sumber daya yang berorientasi pada kinerja yang melakukan proses komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan dengan menciptakan visi bersama dan pendekatan strategis serta terpadu sebagai kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi.
 Pembinaan untuk meningkatkan kinerja setiap individu, kelompok atau unit kerja, serta meningkatkan kinerja perusahaan setinggi mungkin. Peningkatan kinerja dapat dilakukan antara lain dengan: (Payaman J. Simanjuntak; 2005; 19).
 1. Mendorong pekerja memahami uraian tugas atau uraian jabatannya, serta memahami tanggung jawabnya.
 2. Mendorong pekerja memahami sasaran yang harus dicapai, yaitu kondisi akhir yang dapat diukur setelah melaksanakn tanggung jawabnya.
3. Membantu pekerja memahami bagaimana melakukan pekerjaan dengan menggunakan alat-alat kerja yang sesuai. 29
 4. Memberdayakan pekerja melalui bimbingan, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, rotasi penugasan.
5. Menumbuhkan motivasi dan etos kerja.
 6. Menciptakan iklim kerja yang kondusif.

2.1.4 Penelitian Terdahulu.
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Metode Analisis
Hasil Penelitian
Fendra Nawa dan Sesilya Kempa (2017)
Pengaruh Kompensasi dan Disiplin  Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT.PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Analisis
Regresi Linier
Berganda
Dengan menggunakan metode sampel jenuh
Kompensasi berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan, Disiplin kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan, Kompensasi dan Disiplin kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan.
 Putu Agus Candra Mahardika, I Waya Bagia, Ni Nyoman Yulianthini (2016)
Pengaruh
Kompensasi dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Puri Bagus Lovina.
Analisis Regresi Linier Berganda Dengan Menggunakan Metode Analisis Jalur.

Kompensasi dan disiplin kerja berpengaru positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, Kompensasi perpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.







2.1.5 Kerangka Pemikiran Teoritis.
Kerangka Pemikiran Teoritis

2.1.6 Hipotesis.
Dalam organisasi manusia merupakan faktor yang sangat penting, karena manusia adalah faktor penggerak utama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu kegagalan organisasi ternyata bila ditelusuri lebih lanjut salah satu faktor penyebabnya adalah faktor manusia yang terlibat di dalamnya. Tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang dapat bekerja dengan baik maka perusahaan akan sulit mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Manusia merupakan sumber daya yang paling penting bagai sebuah organisasi dalam upaya mencari keberhasilan. Dan sumber daya manusia yang dimiliki haaruslah dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Agar efektif dan efisien kerja para individu, dilaksanakan pelatihan dan pemeliharaan lingkungan kerja yang berguna untuk meningkatkan kinerja tersebut.
H1: Kompensasi berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan PT .PLN (Persero) Rayon Caruban.
 H2: Disiplin kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan PT .PLN (Persero) Rayon Caruban.
 H3: Kompensasi dan Disiplin kerja berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan PT .PLN (Persero) Rayon Caruban.


BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi Penelitian
Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Menurut Sugiono (2010:13) obyek penelitian merupakan sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal (variabel tertentu).
Lokasi penelitian yang dipilih adalah pada PT.PLN (PERSERO) Unit Pelayanan Jaringan Caruban, Madiun.
3.2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kausal atau sebab akibat yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antar variabel satu dengan lainya. Berdasarkan uraian tersebut, maka desain riset kausal mengarah pada terjadinya hubungan sebab akibat antar variabel-variabel bebas yaitu Kompensasi (X¹) ,Disiplin Kerja (X²) terhadap variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan PT.PLN (Persero) Rayon Caruban.
3.3  Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan cara mengumpulkan (1) Data primer diperoleh dari wawancara dan pengisian kuesioner, (2) Data sekunder dalam penelitian ini peneliti mengambil data dari buku, jurnal dan internet yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. 
3.4. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2016, p. 80) populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 30 pegawai.

3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
3.5.1. Varibel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang atauobjek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya dalam kelompokitu (Sugiyono, 2002). Berdasarkan telaah pustaka dan perumusan hipotesis, makavariabel-variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel Bebas (Independen)
Variabel bebas atau independen merupakan variabel yang mempengaruhiatau menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabelterikat). Dalam penelitian ini yang merupakan variabel bebasnya adalahkompensasi (Sugiyono, 2002).
2. Variabel Intervening
Variabel intervening secara teoritis adalah variabel yang mempengaruhihubungan dependen dan independen menjadi hubungan langsung dan tidaklangsung yang dapat diamati dan diukur. Dalam penelitian ini yang merupakanvariabel intervening adalah motivasi kerja (Imam Ghozali, 2005).
3. Variabel Terikat (Dependen)
Variabel terikat atau dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atauyang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (independen). Dalam penelitianini yang merupakan variabel terikatnya adalah kinerja (Sugiyono, 2002).

3.5.2. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional merupakan petunjuk tentang bagaimana suatuvariabel di ukur, sehingga peneliti dapat mengetahui baik buruknyapengukuran tersebut. Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah:
1. Kompensasi (X)
Menurut Herman Sofyandi (2008), kompensasi adalah suatu bentuk biayayang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan harapan bahwa perusahaanakan memperoleh imbalan dalam bentuk prestasi kerja dari karyawannya.Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur kompensasi menurutSimamora (2004) adalah sebagai berikut :
1. Upah dan gaji
Upah biasanya berhubungan dengan tarif gaji per jam. Upah merupakanbasis bayaran yang kerapkali digunakan bagi pekerja-pekerja produksi danpemeliharaan. Gaji umumnya berlaku untuk tarif bayaran mingguan,bulanan, atau tahunan.
2. Insentif
Insentif adalah tambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upahyang diberikan oleh organisasi.
3. Tunjangan
Contoh-contoh tunjangan adalah asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yangditanggung perusahaan, program pensiun, dan tunjangan lainnya yangberkaitan dengan hubungan kepegawaian.
4. Fasilitas
Contoh-contoh fasilitas adalah kenikmatan/fasilitas seperti mobilperusahaan, keanggotaan klub, tempat parkir khusus, atau akses kepesawat perusahaan yang diperoleh karyawan. Fasilitas dapat mewakilijumlah substansial dari kompensasi, terutama bagi eksekutuf yang dibayarmahal.
2. Disiplin kerja (X)
            Mangkunegara (2013) mengemukakan bahwa disiplin kerja dapat diartikan pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Berikut ini adalah indikator disiplin kerja menurut Hasibuan (2005): Menurut Hasibuan (2005) ada beberapa indikator disiplin kerja yaitu:
1. Para pegawai datang dengan tertib, tepat waktu dan teratur
2. Berpakaian rapih
3. Mampu menggunakan perlengkapan kantor dengan hati-hati
 4. Mematuhi cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan
5. Memiliki tanggung jawab yang tinggi
3. Kinerja (Y)
Menurut Winardi (1992) kinerja merupakan konsep yang bersifat universalyang merupakan efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi danbagian karyawannya berdasar standar dan kriteria yang telah ditetapkansebelumnya, karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, makakinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yangmereka lakukan dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yangtelah ditetapkan agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Adapun
indikator kinerja karyawan menurut Bambang Guritno dan Waridin (2005) adalahsebagai berikut :
1. Mampu meningkatkan target pekerjaan
2. Mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
3. Mampu menciptakan inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan
4. Mampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan
5. Mampu maminimalkan kesalahan pekerjaan


3.6.Metode Pengumpulan Data
Terdapat dua cara untuk mengumpulkan data yang akan diperlukan untukmelakukan analisis dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data Primer
Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan denganmenggunakan teknik sebagai berikut :
a.Kuesioner
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikpengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah teknikpengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaanatau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakanteknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabelyang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari data yang diberikan oleh perusahaan, seperti strukturorganisasi dan sejarah perusahaan.
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Imam Ghozali ( 2005 ), skala Likert adalah skala yang berisi 5 tingkat preferensi jawaban dengan pilihan sebagai berikut :
1 = Sangat tidak setuju
2 = Tidak setuju
3 = Ragu – ragu
4 = Setuju
5 = Sangat setuju

3.6. Teknik Analisis data.
Pengujian validitas masing-masing item kuesioner diselesaikan dengan komputer program SPSS (Statistical Packages For Sosial Sciences). Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%. Apabila r yang diperoleh dari perhitungan lebih besar dari r  tabel, maka kuesioner tersebut valid, dan sebaliknya jika r yang diperoleh lebih kecil daripada r tabel, maka kuesioner tersebut tidak valid (Ghozali, 2004).

Pengujian reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau yang dapat diandalkan (Singarimbun, 2001, p. 140). Untuk menghitung reliabilitas suatu data dapat menggunakan pendekatan Cronbach's Alpha. Jika nilai α lebih kecil dari 0,5 maka item x dinyatakan tidak reliabel. Sedangkan jika nilai a lebih besar dari 0,5, maka item x dinyatakan reliabel (Ghozali, 2004). Selanjutnya dilakukan pengujian asumsi klasik dengan uji normalitas kolmogorov smirnov dan persyaratan siginifikansi > 0,05. Selanjutnya dilakukan uji multikolinearitas untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas maka dilakukan dengan melihat nilai variance inflaction factor (VIF) dan nilai tolerance. Nilai tolerance > 0,1 sedangkan VIF < 10 maka menunjukkan tidak adanya masalah multikolinearitas. Berikutnya dilakukan uji heterokedastisitas Glejser dengan persyaratan nilai signifikansi t > 0,05.

 Selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif, menurut Sugiyono (2016, p. 147) statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. 

Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk Untuk mengetahui pengaruh variabel X (independen) yaitu kompensasi, disiplin kerja terhadap variabel Y (dependen) yaitu kinerja, maka dilakukan uji regresi linier. Persamaan regresi: (Dajan, 1994, p. 52). 

Analisa korelasi digunakan untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. R mengukur seberapa kuat hubungan antara variabelvariabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. R-Square menjelaskan tentang seberapa besar pengaruh dari variabel independen yang terlibat di dalam model terhadap variabel dependen. Selanjutnya dilakukan Menurut Kuncoro (2011). Uji statistik F ingin menunjukkan bahwa Kompensasi dan Disiplin kerja yang ingin diteliti mempunyai pengaruh secara bersama-sama pada Kinerja Karyawan Dan dilakukan uji t untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak.

3.6. Metode Analis Data.
3.6.1. Uji Instrumen
3.6.1.1. Uji Validitas
3.6.1.2. Uji Reliabilitas
3.6.2. Uji Model
3.6.2.1. Koefisien Determinasi (R2)
3.6.2.2. Uji F
3.6.3. Uji Asumsi Klasik
3.6.3.1. Uji Normalitas
3.6.3.2. Linearitas
3.6.4. Uji Hipotesis
3.6.4.1. Analisis Regresi Linier
3.6.4.2. Uji T

DAFTAR PUSTAKA
Rachmawati, Ike Kusdyah, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertam, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Fendra Nawa Dan Sesilya Kempa. Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan Ekonomi AGORA Vol. 5, No :03, (2017).
1Putu Agus Candra Mahardika, I Wayan Bagia, Ni Nyoman Yulianthini. Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada HOTEL PURI BAGUS LOVINA. Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UAS RISET SDM.

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupaka n suatu bidang manajemen yang mempelaj...